Penyakit Epilepsi Itu Seperti Apa? Berikut Penjelasannya…

Kesehatan61 Views

Penyakit Epilepsi Itu Seperti Apa? Berikut Penjelasannya… Jakarta – Epilepsi adalah salah satu penyakit neurologis kronis yang masih sering disalahpahami oleh masyarakat. Padahal, penyakit ini dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia, jenis kelamin, atau latar belakang. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), epilepsi memengaruhi sekitar 50 juta orang di seluruh dunia, menjadikannya salah satu gangguan saraf paling umum secara global.

Lantas, penyakit epilepsi itu seperti apa? Apa penyebabnya, bagaimana gejalanya, dan apakah bisa disembuhkan? Artikel ini akan mengulas secara lengkap dan mudah dipahami agar masyarakat lebih sadar dan tidak lagi memberi stigma negatif terhadap penderitanya.

Apa Itu Penyakit Epilepsi?

Epilepsi adalah gangguan sistem saraf pusat (neurologis) yang ditandai oleh aktivitas listrik abnormal di otak, menyebabkan kejang berulang, perilaku tidak biasa, sensasi aneh, hingga hilangnya kesadaran secara tiba-tiba.

Orang dengan epilepsi memiliki kecenderungan untuk mengalami kejang yang berulang, bukan hanya sekali. Kejang yang terjadi bisa ringan dan hampir tidak terdeteksi, atau berat dan menyebabkan kehilangan kesadaran serta kejang-kejang tubuh.

Gejala Penyakit Epilepsi: Tidak Selalu Kejang Hebat

Jenis Kejang pada Epilepsi

Tidak semua gejala epilepsi terlihat dramatis. Ada berbagai jenis kejang, dan gejalanya pun bervariasi:

  1. Kejang Fokal (Parsial)
    • Terjadi pada satu bagian otak
    • Gejala: kedutan lokal, perubahan emosi tiba-tiba, atau sensasi aneh tanpa kehilangan kesadaran
  2. Kejang Umum (Generalized Seizure)
    • Melibatkan seluruh bagian otak
    • Gejala: kehilangan kesadaran, kejang seluruh tubuh, mata mendelik, menggigit lidah, buang air kecil tidak sadar
  3. Absence Seizure (Petit Mal)
    • Biasanya dialami anak-anak
    • Gejala: menatap kosong beberapa detik, tidak merespons, lalu kembali sadar tanpa sadar terjadi sesuatu
  4. Tonic-Clonic Seizure (Grand Mal)
    • Jenis kejang paling dikenal
    • Gejala: tubuh kaku (tonic), lalu kejang-kejang hebat (clonic), disertai kehilangan kesadaran

Penyebab Penyakit Epilepsi

Epilepsi bisa disebabkan oleh banyak faktor, atau bahkan tidak diketahui penyebab pastinya. Berikut beberapa penyebab umum epilepsi:

1. Cedera Kepala

Trauma kepala akibat kecelakaan atau benturan keras dapat menyebabkan kerusakan otak yang memicu epilepsi.

2. Kelainan Struktur Otak

Beberapa orang dilahirkan dengan kelainan struktur otak (misalnya malformasi kortikal) yang meningkatkan risiko epilepsi.

3. Infeksi Otak

Infeksi seperti meningitis, ensefalitis, atau neurocysticercosis (infeksi parasit) bisa memicu aktivitas listrik abnormal di otak.

4. Genetik / Keturunan

Epilepsi juga bisa diturunkan dalam keluarga. Beberapa jenis epilepsi diketahui memiliki komponen genetik.

5. Stroke dan Tumor Otak

Stroke, perdarahan otak, dan tumor dapat mengganggu jaringan otak dan menyebabkan epilepsi, terutama pada lansia.

Faktor Pemicu Kejang

Bagi penderita epilepsi, serangan kejang bisa dipicu oleh beberapa hal, seperti:

  • Kurang tidur
  • Stres emosional
  • Lampu berkedip (fotosensitif)
  • Alkohol atau obat-obatan tertentu
  • Melewatkan obat antiepilepsi
  • Perubahan hormon (pada wanita)

Diagnosis Penyakit Epilepsi

Untuk memastikan seseorang menderita epilepsi, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan, di antaranya:

1. Elektroensefalografi (EEG)

Mendeteksi aktivitas listrik otak dan pola kejang.

2. MRI atau CT Scan

Untuk melihat apakah ada kelainan struktur otak yang menjadi penyebab kejang.

3. Riwayat Klinis dan Pemeriksaan Fisik

Dokter akan menanyakan gejala, frekuensi kejang, dan kondisi yang mungkin memicu kejang.

Apakah Penyakit Epilepsi Bisa Disembuhkan?

Epilepsi tidak selalu bisa disembuhkan, tetapi dapat dikendalikan dengan pengobatan yang tepat. Sekitar 70% penderita epilepsi yang rutin minum obat dapat bebas dari kejang atau mengalami kejang yang sangat jarang.

Pilihan Pengobatan Epilepsi:

  • Obat Antiepilepsi (AED) – seperti valproat, lamotrigin, carbamazepine
  • Diet Ketogenik – untuk beberapa kasus khusus, terutama pada anak-anak
  • Operasi Otak – jika kejang berasal dari satu titik yang bisa diangkat
  • Stimulasi Saraf Vagus – alat seperti alat pacu jantung untuk otak
  • Terapi Psikologis – membantu mengelola stres dan emosi

Penyakit Epilepsi Bukan Gangguan Mental

Masih banyak orang yang menganggap penderita epilepsi sebagai “orang gila” atau mengalami gangguan jiwa. Ini adalah stigma yang salah dan harus diluruskan. Epilepsi adalah gangguan neurologis, bukan gangguan kejiwaan. Penderitanya tetap bisa hidup normal, sekolah, bekerja, dan berkeluarga.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Menemui Orang Kejang?

Jika Anda melihat seseorang mengalami kejang, berikut langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan:

  1. Tenangkan dan lindungi kepala penderita dari benturan
  2. Jauhkan benda tajam atau berbahaya di sekitarnya
  3. Miringkan tubuh penderita ke satu sisi untuk mencegah tersedak
  4. Jangan memasukkan benda apapun ke mulut
  5. Catat durasi kejang – jika lebih dari 5 menit, segera hubungi layanan darurat
  6. Setelah kejang reda, biarkan mereka istirahat dan pulih dengan tenang

Mari Pahami dan Dukung Penderita Epilepsi

Penyakit epilepsi adalah kondisi medis yang dapat ditangani dengan baik. Pemahaman yang benar dan dukungan dari lingkungan sekitar sangat penting agar penderita bisa menjalani kehidupan secara normal tanpa stigma.

📌 Epilepsi bukan kutukan, bukan gangguan jiwa, dan bukan hal yang memalukan. Dengan edukasi yang tepat, kita semua bisa menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan ramah bagi mereka yang hidup dengan epilepsi.

Mari sebarkan kesadaran, bukan stigma.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *